Sembahyang di Puncak Gunung Bawakaraeng
>> Wednesday, June 6, 2007
Tiba di puncak gunung dan kemudian mengambil gambar (berfose) dan menikmati pemandangan puncak adalah sebuah kenikmatan tersendiri bagi kalangan pendaki gunung maupun penggiat alam terbuka lainnya. Lain halnya bagi beberapa kelompok masyarakat lainnya, mencapai puncak bukan berarti hanya untuk menikmati pamandangan yang disuguhkan lalu kemudian berfose/mengambil gambar sebagi kenang-kenangan, melainkan dengan melakukan aktivitas yang tak lazim dilakukan bagi kalangan lain. Fenomena ini dapat dilihat di puncak Gunung Bawakaraeng (namun pada waktu-waktu tertentu).
Gunung Bawakaraeng adalah salah atu gunung yang cukup terkenal bagi kalangan pendaki gunung maupun penggiat alam terbuka lainnya yang terletak dikabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan ini.
Bawa karaeng sebenarnya adalah suatu penamaan versi terbaru oleh Belanda dari gunung yang disakralkan masyarakat Bugis Makassar. Menurut bapak Abdul Kahar Muslim (deklarator/pendiri Aliansi Masyarakat Adat Nusantara dan Tokoh Adat Kajang), Sebenanrnya nama sejati dari gunung tersebut adalah Baho Karaeng. Rincian maknanya adalah “Baho” berarti “puncak” dan “karaeng” berarti Kemuliaan (dikutip dari Buletin interaktsi Lembana, edisi ke-ii/Mei 2005). Sehingga tidak jarang beberapa penduduk yang berasal dari sekitar wilayah kaki gunung ini mendaki puncak gunung ini dengan maksud mendaki puncak kemuliaan.
Seminggu menjelang ramadhan 1426 H tepatnya Selasa 27 september 2005, sekelompok masyarakat yang berasal dari kampung yang terletak dikaki gunung Bawakaraeng melakukan ritual keagamaan yang tak lazim dilakukan di puncak gunung lainnya. Pagi itu Tim kami (ASRAMA IMPPAK) yang sedang Camp di Pos 10 gunung ini (+100 m dari puncak) melihat ritual keagamaan ini, beberapa penduduk melakukan sholat di Triangulasi (tugu titik ketinggian tertinggi) gunung ini kemudian mereka duduk bersila di atas tikar dari terpal yang mereka bawa dan kemudian memajang beberapa makanan yang kemudian dengan bacaan-baacaan tertentu mereka menengadahkan tangan selayaknya melakukan doa dengan persembahan sesajen kepada yang Kuasa.
Kami sempat mengambil gambar beberapa ritual tersebut dan berbincang-bincang dengan mereka. Imam mereka yang tak mau menyebut namanya bersama rombongan berjumlah 17 orang yang merupakan kerabat dan tetangganya menjelaskan bahwa ritual ini sudah sering dilakukannya bahkan sejak kakek buyutnya sudah sering melakuakan ritual ini pada waktu menjelang Ramadhan atau diwaktu-waktu tertentu seperti menjelang Idul Adha atau sesudah panen. Menurut beliau ini dilakukan sebagai wujud persembahan rasa syukur manusia kepada Tuhannya yang telah memberikan umur panjang memasuki ramadhan taupun jika di beri hasil panen yang cukup memuaskan. Bahkan menurut yang lain yang tak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa ada ritual pada hari raya Idhul Adha di Puncak gunung ini yang dipercaya sama dengan melakuakan haji / umroh di Mekkah yang biasa disebut dengan gelar Haji Bawakaraeng.
Fenomena ini memang cukup sulit diterima bagi kalangan muslim lain, namun kenyataan inilah yang terlihat di atas puncak gunung Bawakaraeng yang sampai sekarang masih terlihat. Bagi mereka (penduduk yang melakukan ritual) terlihat sebuah kebahagiaan spiritual yang terpancar dari roman muka mereka ketika melakukan ritual ini.
Bagi kalangan pendaki gunung Profesional kegiatan ritual yang dilakukan diatas puncak ini tidak lah menjadi hal yang mesti dipersoalkan. Namun yang disayangkan adalah peralatan yang dipakai oleh penduduk ini dalam melakukan kegiatan mendaki dipuncak gunung ini tidak Safety Prosedur (prosedur keamananya tidak memadai). Bayangkan dengan hanya berbekal sarung dan tenda seadanya mereka Camp di puncak ini yang suhunya bisa mencapai 4ºC - 9 ºC serta hembusan angin dan badai yang sering bertiup kencang. Beberapa korban tercatat telah jatuh pada waktu melakuakan ritual ini dikarenakan peralatan yang dibawa tidak mendukung dengan keadaan


1 komentar:
Nice Blog salam kenal :)
Mampir di blog kami juga yach di :
http://geo99uh.wordpress.com
http://geoexplor.wordpress.com
Post a Comment