Perjalanan ke Lembanna 6 (Post Power Syndrome dan Cinta)

>> Monday, June 18, 2007

“Iya….benar…. sepertinya itu istilah yang cocok untuk mewakili apa yang terjadi sama saya selama ini.” kata Leman, setelah mendengar dari saya bahwa yang dia rasakan itu termasuk Post Power Syndrome. Lalu Uce’ menambahkan: “Harus kau yang yang beradaptasi Leman, karena tidak mungkin mereka yang beradaptasi sama kau.”

Sebelumnya Leman bilang: “Setelah sekitar dua tahun pergi, kemudian kembali lagi ke mabes, kenapa semua berubah...? kenapa tidak seperti dulu lagi..?”. Mungkin ini juga dirasakan sama kakak-kakak yang lain. Dari bentuk fisik mabes yang berubah, yang beraktivitas juga berubah atau bahkan merasa seperti orang lain dihadapan mereka; seperti yang dirasakan Leman ketika berkunjung ke Mabes sepulangnya dari Kalimantan.

Hal yang sangat lumrah terjadi, setelah sejenak (kadang tahunan dirasakan cuma sejenak) harus mengurus sisi kehidupan kita yang lain; walaupun tidak bermaksud demikian, kita harus meninggalkan edelweis. Pada masa itu pasti terjadi perubahan-perubahan dalam edelweis, terutama perubahan anggotanya, karena proses regenerasi. Sejalan dengan itu, pasti akan berubah pula pola fakir, ide dan cara pandang terhadap sesuatu. Karena kita tidak lagi bisa menyertai mereka (berinteraksi) dari dekat, maka apabila datang kesempatan untuk berinteraksi dengan mereka, yang terjadi sebenarnya adalah kecanggungan kita terhadap perubahan-perubahan itu.

Karena canggung, kita tidak bisa enjoy lagi, lalu kita tidak datang-datang lagi. Sebuah keputusan yang sangat tidak tepat. Justru akan membuat kecanggungan semakin besar. Sebaliknya kita harus perbanyak frekuensi interaksi kita untuk melunakkan kecanggungan itu, dan saya yakin itu tidak butuh waktu lama.

Memang sekarang adalah waktunya mereka; adik-adik kita, biarkan mereka berekspresi, biarkan mereka melakukannya karena memang harus mereka yang melakukannya, bukan kita.

Tapi bagaimanapun, saya yakin apapun yang dirasakan kakak-kakak adalah bentuk cinta kepada adik-adiknya, sebagai perwujudan dari rasa cinta kita kepada edelweis yang abadi. (E024...)

2 komentar:

_hattaboer_ July 6, 2007 at 9:43 PM  

seberubahitukah edelweis sekarang..
waduh, saya jadi khawatir, jangan sampai sayapun nanti tidak mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan yang tengah berlangsung saat ini.. dan merasakan kecanggungan seperti yang Sule' rasakan..
btw, gimana kabarnya itu Sule'..
(Salah seorang pendaki tangguh pada zamannya..)
Masih adaji tai-lalat RanoKarnonya toh..
E.066

^_^

UKMPA Edelweis FIBUH July 9, 2007 at 12:55 PM  

ga jg sih, leman aja yg agak kaget2-an, hehe....
lagi ke kolaka tuh, mau naik mekongga sama anto & jo'.

  © e-production