Syair Petaka

>> Wednesday, July 4, 2007

Kau adalah nyanyian rindu malapetaka
Terbuang dari tangisan para malaikat
Terpojok dari mantra pemuja surga

Seperti tak pernah binasa lagumu kau lafalkan
Lantas, sejarak gemuruh air mata ada dalam hitungan matahari
Keringat dan cucuran pekat akan mengalir dari ujung purnama

Seperti tangisan selaksa bayi syairmu membelah sepi

Diam…
Dengar…
Lihat…
IA telah pergi
Lantas…?
Bawa IA kembali!

Karena Batu tempat sembunyi
Bawakan padaku jasad pengembara api, penadah matahari
para kafir mati dan hati para atheis
Sebelum pagi datang dalam elegi
Lantunkan syairmu seirama nadi

Karena cinta kami hanya sependar matahari dan IA belum kembali


Sallo Seppe Maros 20 January 2007
074_Big Foot




Seperti bias matahari
Tertera pada sepi dahan cemara
Jejak ini hilang termakan pagi
Karena lunglai kaki adalah mimpi

Walau hari terukir pada matahari
Senja tak pernah pergi, karena wajahmu menanti pagi

Pun ketika mendung menjelang pagi
Wajahmu penghitung hari-hari

Ingatlah hari ini !
Karena ketika fajar menghampar para petani
Lalu hari membawamu kembali

Basingkaling 23 January 2007
074_Big Foot





Embun adalah nadi yang terbuang pada malam jingga
Berdenyut suram diantara himpitan pinus
Melata pada tanah hampa lantas hilang bersama legamnya bara
Sementara angin membawaku pulang ke pangkuan bunda
Meneteskanku kembali diantara punggung para petualang

Panggil aku srigala tua!
Sebab ketika aku haus embun meneteskan darah dari nadinya lemah
Mengokohkan kembali tiang diantara tulang kakiku
Jalanku adalah onggokan pinus, tuk coba mengais kembali keabadian
Yang pernah…
Sebelum hilang terenggut malam
Pun ketika malam akhirnya tiba embun akan menempel di punggung

Aku berbaring pada beku titik malam antara savanna dan batuan jingga
Kisahku hilang oleh angin kering musim ini
Meski darah tetap tumbuh oleh pisau petani tua
Kakiku adalah jalan bagi srigala tua, meski embun tetap menari
pun angin kering musim ini tak mampu membunuhnya

Karena embun adalah cinta, bagi srigala melata diantara duka pinus tua

Malino 20 January 2007
074_Big Foot

0 komentar:

  © e-production