Info Redaksi: Perihal Web blog ini
>> Monday, September 20, 2010
Salam Hangat kami..
Salam Hangat kami..

Segenap keluarga Besar Unit Kegiatan Pecinta Alam Edelweis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Makasaar mengucapkan Selamat Hari raya Idul fitri 2010

Buku ini berisi 64 tulisan Norman tentang pengembaraannya di alam liar dan persahabatannya dengan manusia di dataran rendah, tinggi, dan puncak serta kolong bumi. Semua kegirangan dan kegentaran serta kenikmatan dan kesulitannya menjelajah hutan di Sulawesi, mengarungi Sungai Kapuas di Kalimantan, memasuki perut bumi di Luwong Ombo di Jawa, mendaki puncak-puncak dunia seperti Kilimanjaro di Afrika dan McKinley di Alaska, sampai melayari Lautan Hindia di atas kapal pinisi Ammana Gappa, di tulis dengan jernih, rinci, dan juga menyentuh. Norman Edwin: Catatan Sahabat Sang Alam ini membawa kita bertualang, terutama mengunjungi tempat-tempat sunyi di ujung-ujung terluar wilayah jangkauan manusia.
NRA : E.103.09.L.A.89.FIB-UH
Berangkat dengan bermodalkan tekad bulat mengantar aku dan empat saudaraku menuju puncak tertinggi pulau Sulawesi. “Gunung Latimojong”….., begitu panggilannya. Walau menuai banyak kritikan dan sejumlah kekhawatiran, tekadku sudah tak terbendung lagi untuk tetap melangkah ke depan karena kuyakin bahwa aku pasti mampu menginjakkan kaki di puncak sana, melihat betapa besarnya keagungan sang khalik dari atap Sulawesi. Belum lagi cerita–cerita mistik yang selalu mewarnai awal dari kepergianku bersama beberapa saudaraku yang juga punya tekad sama seperti diriku. Semua cerita kupendam dalam-dalam dan kusimpan jauh di lubuk hati biar semangatku tak kendor sedikit pun. Biar tetap membara bak bunga api “EDELWEIS” yang tak pernah layu diterjang musim.

Jogging mungkin merupakan olahraga yang paling murah namun khasiatnya untuk tubuh sangat banyak bahkan melebihi olahraga mahal sekalipun. Itu jika tubuh hanya menginginkan kebugaran. Beda halnya jika kita menginginkan sensasi, mungkin lebih mahal olahraga itu, makin tinggi pula sensasi yang didapatkan.
Jika kita memiliki waktu, tak ada salahnya kita meluangkan waktu untuk ber-joging. Pagi ataupun sore tidak masalah. Bahkan jika ingin melakukannya siang bolongpun akan lebih berkhasiat pada bagian tertentu.
Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh British Medical Journal mengungkapkan bahwa harapan hidup bagi mereka yang rutin melakukan jogging akan lebih tinggi disbanding mereka yang tidak melakukannya. Alas an logisnya adalah bahwa ketika jogging, jantung dan paru-paru akan bekerja secara maksimal sehingga membuat sirkulasi darah yang berlangsung didalam tubuh menjadi lebih lancar.
Musim libur telah tiba, kampus tidak serta merta menjadi sepi namun tak seramai biasanya. Tidak ada aktifitas kuliah. Yang ada hanya aktifitas kantor dan mahasiswa yang mengurus sesuatu yang sesekali singgah di mace-mace baik untuk makan, minum atau hanya sekedar ngobrol dengan teman.
Suasana mabes edelweis masih seperti biasa, beberapa anggota datang dan pergi silih berganti sehingga tak pernah kosong. Yang berbeda akhir-akhir ini adalah kreatifitas anggota yang sedikit bertambah. Ada saja hal baru yang muncul untuk dikerjakan bersama-sama. Ide biasanya muncul ketika berkumpul di meja ketua dan dari sebuah kursi sofa yang entah muncul tiba-tiba. Wall climbing telah diberi atap serta tempat duduk lengkap dengan penerangannya yang terpasang permanen. Sebentar lagi akan terpasang paving block setelah tanah di depannya telah diratakan hampir semalaman. Beberapa hari sebelumnya sebuah kolam berukuran 1x6 meter telah digali. Katanya sih untuk beternak ikan. Sering terjadi perdebatan ketika sampai pada jenis ikan apa yang akan dipelihara. Ikan emas, lele, dan lain-lainnya sampai pada ikan yang tidak masuk akal jika yang mengusulkan memiliki otak yang juka sedikit “tidak masuk akal”.
Pada sebuah malam sebelum pelaksanaan SMPTN (Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri), tiba tiba muncul pikiran untuk menjadi tukang parkir. Beberapa anggota tampak pesimis mendengar ide itu. Namun tidak untuk Fahri yang mengusulkan hal tersebut. Dengar-dengar dari cerita senior dulu, mereka juga pernah sempat menjadi tukang parkir. Jadi ini bukan pengalaman pertama anak edelweis menjadi tukang parkir
Kertas HVS digunting menjadi delapan bagian untuk dijadikan kartu parkir, sekalikali ada yang mengetawai. Kertas kemudian distempel dengan stempel organisasi yang hanya menggunakan stengah bagian yakni hanya dengan kepala ayam (bagian dari lambang edelweis) karena ada yang protes jika menggunakan stempel edelweis secara utuh. Akhirnya diputuskan diganti dengan stempel panitia.
Bergerak pagi-pagi sekali tanpa tidur setelah menonton pertandingan piala dunia. Yang tidur dibangunkan dengan alas an bangun shalat shubuh. Ada juga yang datang setelah dihubungi walaupun pada saat kuliah tidak pernah muncul. Papan petunjuk yang telah ditulisi dengan tulisan “parkir” dipasang dan dipasang tali pembatas. Setelah itu melobi tukang parkir yang memang sudah ada dan akhirnya berhasil setelah lama membujuk dengan sistem bagi hasil yang telah disepakati.
Read more...Dari Ungu mu hingga Kuning mu,
Aku belajar berjalan dengan pikiran dan nalar,
Lagu tanpa liukan di malam pekat bukan lagi sekedar bahasa tubuh bagiku,
Dentingan gelas yang beradu dengan sendok,
Adalah nyanyian kamar bagiku, lebih indah dari simponi manapun
Mahakarya seorang pemuda Tang,
Si pembawa ransel.
Kerinduanku bertalu, menyawai langkah-langkah yang sempat terhenti,
Dimana tempatmu sekarang?
Masihkah di atas, bawah...atau gua-gua keabadian.
Dimanakah nyawa-nyawa pengisi hatimu dulu,
Meski dari generasi lawas, usahlah menunduk lupa.
Banyak cerita....
Pintalah...
Aku tak segan untuk itu.
***
ita' with ungu lope skali.
(Bersamamu tumbuh dan memaknai hidup ini)
Untuk edelweis yang lebih baik......
Selamat atas terpilihnya Afdal Amir sebagai ketua UKM PA Edelweis FIB-UH periode 2010-2011.
(Sebuah reportase Dari Kec. Ballusu Kab.Barru)
Takkalasi (KM 12 utara kota Barru) tepatnya setelah jembatan Takkalasi terdapat pertigaan jalan yang akan mengantar kita sampai ke Desa kamiri. Jarak dari pertigaan tersebut 4 KM dan jalannya pun cukup bagus. Desa Kamiri di huni sebanyak 631 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 2075. Desa Kamiri terdiri dari empat dusun di antaranya Dusun Baera, Tanru tedong, Rumpia dan Kamiri dengan jumlah RT sebanyak 12. Di dalam dusun itu terdapat lagi kampung seperti di Dusun Rumpia ada kampung Panasa, Bainang’e, begitu juga dengan dusun Kamiri di dalamnya ada kampung Labimpa dan Sere’e.
Takkalasi (KM 12 utara kota Barru) tepatnya setelah jembatan Takkalasi terdapat pertigaan jalan yang akan mengantar kita sampai ke Desa kamiri. Jarak dari pertigaan tersebut 4 KM dan jalannya pun cukup bagus. Desa Kamiri di huni sebanyak 631 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 2075. Desa Kamiri terdiri dari empat dusun di antaranya Dusun Baera, Tanru tedong, Rumpia dan Kamiri dengan jumlah RT sebanyak 12. Di dalam dusun itu terdapat lagi kampung seperti di Dusun Rumpia ada kampung Panasa, Bainang’e, begitu juga dengan dusun Kamiri di dalamnya ada kampung Labimpa dan Sere’e.
Dilihat dari kondisi alam Indonesia maka pengetahuan survival ini harus disesuaikan, juga dengan iklim tropis yang ada di negara kita. Di Indonesia daerah yang akan ditemui adalah : hutan belantara, rawa, sungai, padang ilalang, gunung berapai dan lain sebagainya.
menyangkut diri kita sendiri (bahaya subyektif). Ada beberapa aspek yang akan muncul dalam menghadapi survival: