Elegi Pencari Kesunyian
>> Wednesday, August 1, 2007
Hari itu kau tampak seperti pelangi
Tulus menyelimuti sungai yang sedang melantunkan elegi
Kemudian tetesan itu terbersik diantara daun cemara
Meski perlahan tetapi melantunkan segala yang abadi
Akankah ada titipan kedamaian untuk kami
Para pencari kesunyian ditengah kemunafikan
Adakah kau menganggap kami Mahkluk Tuhan
Bahkan untuk perjuangan mewujudkan keabadian
Segala yang tersisa adalah harapan untuk dipertaruhkan
Bahkan untuk mutiara yang ditiarakan Agung
Karena hasrat untuk merobek segala fatamorgana
Kami menantimu....
Menanti keabadian yang hampir menjadi sampah.
MM.20_01’07.pRkCL
RumahAbadi

1 komentar:
Mohon selamatkan keabadian kita agar tidak menjadi sampah..
Walau rumah itu telah menjadi gubuk..
dan meski badanmu telah renta, berjalan tertatih dan terseok..
Kami..
Yang nun jauh disini hanya dapat berharap cemas agar tak terjadi sesuatu pada keabadian itu..
Sembari mengirim sepercik harapan..
Meski (memang) tinggal harapan yang tersisa..
Sudahkah kau temukan kesunyianmu..
Post a Comment